Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lucu. Tampilkan semua postingan

Senin, 29 Oktober 2012

Kancil dan buaya



Mouse Deer and Crocodile
One day, Mouse Deer went down to the river to take a drink. But he knew that the crocodile might be waiting underwater to eat him, so he said out loud. “I wonder if the water’s warm. I’ll put in my leg and find out.” Of course Mouse Deer didn’t put in his leg. He picked up a stick instead and put one end into the water. Chomp…! Crocodile grabbed the stick and pulled it underwater. Mouse Deer laughed. “Ha… ha…ha… Stupid crocodile! Cant you tell the difference between a stick and a leg?” Then Mouse Deer ran off to drink somewhere else.
In the next day, Mouse Deer wanted to cross the river. He wanted to eat the fruits on the other side of the river. He saw a floating log in the river. He knew that Crocodile looked like a log when he floated. Mouse Deer didn’t want to be eaten by Crocodile when he crosses the river. He had an idea. He called out loud, “Crocodile!” Crocodile rose from the water, “Hello, Mouse Deer. Have you come to be my lunch?” Mouse Deer smiled. “Sorry, not today, Crocodile. I have orders from the King. He wants to invite all the crocodiles in this river to a party. He wants me to count all the crocodiles so he could prepare enough meal for you.”
“Really…? Tell us what to do,” said Crocodile. “You must line up from this side of the river to the other side,” said Mouse Deer. Crocodile then got all his friends and family. They lined up across the river. Mouse Deer then jumped onto Crocodile’s back. “One,” he counted. He jumped onto the next crocodile, “Two.” And the next crocodile, “Three.” Mouse Deer kept jumping until he arrived on the other side of the river. “How many are there?” asked Crocodile. “Just enough,” said Mouse Deer. He laughed as he ran to the forest.***

Minggu, 28 Oktober 2012

Anekdot



Badu : “bud, apa bedanya perpustakaan dan kantin?”
Budi : “perpustakaan tempat kita cari buku, kalo kantin tempat cari makanan”.
Badu : “O….. , kalo persamaannya”.
Budi : “apa ya…”. (sambil garuk kepala)
Badu : “gitu aja susah, sama-sama ada yang jaga, tau”.
Budi : “hehehe…, tumben pinter, biasanya tukang contek”.

Badu : “bud, kita usul yuk sama guru olahraga”
Budi : “usul apa ?”.
Badu : “tuh aba-aba lari”
Budi : “jadi apa, geh”
Badu : “kan aba-abanya, Bersedia, siap, Ya” kata Ya, jadi. Oke kan keren”.
Budi : “ayak-ayak wae, maneh”.

Kisah ini dimulai ketika hari pertama masuk sekolah, setelah para murid berpuas menikmati libur panjang kenaikkan kelas. Seperti biasa, pagi itu ketika pelajaran akan dimulai, terjadilah obrolan ringan antara ibu guru dengan murid-muridnya
Bu Guru             : Anak anak, bagimana perasaan kalian saat ini?
Murid-murid   : Senang sekali bu!
Bu Guru             : Baiklah, sebelum ibu memulai pelajaran, ibu akan menanyakan kata-kata bijak yang sering
Diucapkan oleh orang tua kalian?
Ya.., dimulai dari Kamu Joko..
Joko                   : Kata bapak saya “Sesulit apapun hidup ini, kita harus hadapi dan tetap LANJUTKAN!“
Bu Guru            : Oooh.., Bagus sekali Joko..
Bapak kamu pasti Simpatisan part*i demok**t ya?
Joko                   : Betul sekali bu..
Bu Guru            : Pantesan, sekarang kamu Joki..!
Joki                    : kata bapak saya “Hidup ini harus kuat dan tahan banting seperti BANTENG!“
Bu Guru            : Wah super sekali Joki..
Pasti bapak kamu anggota part*i PD*P
Joki                    : Betul banget bu…
Bu Guru            : Pantesan, sekarang kamu Juki..!
Juki                    : Kata bapak saya “Lebih baik Memberi Daripada Diberi..”
Bu Guru            : Wooow..Ini baru hebat !!
Bapak kamu pasti ustadz ya?
Juki                    : Hmm… Bukan e Bu..
Bu Guru            : Oooh..,pasti bapak kamu seorang yang taat ibadahnya kan?
Juki                    : Hmmm… Bukan juga e Bu..
Bu Guru            : Pasti bapak kamu orang yang baik hati dan suka menolong sesama ya?
Juki                    : Hmmm… Sekali lagi, Bukan itu juga e Bu…
Bu Guru pun tampak kecewa dan kesal.
Bu Guru           : Terus apa dong Juki..!!!
Juki tampak malu-malu untuk berterus terang. Namun akhirnya memberanikan diri untuk menjawab.
Juki                   : Nganu Bu…sebenarnya…
Bapak saya itu seorang Petinju Bu….
Bu Guru           : Hah Apa ????? !!!!!!
**********

Cerita lucu



Sore itu sebuah masjid, seperti biasa kegiatan pengajian untuk anak-anak berlangsung ramai. Setelah selesai membaca Al-Qur’an, Ustadz mulai ceramah ngalor-ngidul, bercerita panjang lebar, sesuai dengan karakter anak-anak.
Rupanya Ustadz merasa Bete ngomong terus. Dilihatnya murid-murid yang bermacam-macam polah. Ada yang benar-benar mendengar dan ada juga yang mendengkur. Ada yang membaca ada juga yang bercanda.
Suasana seketika tenang dari sedikit kegaduhan, ketika Ustadz berkata, “Ada yang mau nanya?”
Semua pada diam. Setelah 1 menit, Ustadz berkata, “ Kalo gitu Ustadz yang nanya yah?”. Anak-anak semakin diam, suasana semakin mencekam.
“Kalo Ustadz rajin solat, rajin puasa, rajin shodaqoh, rajin zakat, kira-kira Ustadz masuk sorga ngga? Tanya Ustadz.
“Ngga, Pa Ustadz!” jawab salah satu anak muridnya.
Ustadz tampak kaget, tapi berusaha mengerti, namanya juga anak-anak, paling juga dia bercanda, atau mungkin dia tidak tahu.
Lho, ko nggak bisa? Tanya ustadz bernada bijak.
“Iya, kalo Ustadz mau masuk surga, Ustadz harus mati dulu”.
Ustadz kaget lagi mendengar jawaban itu, dalam hatinya berkata, “iya yah, bener juga”.